غير مصنفة

Masa Depan Berkelanjutan: Teknologi Hijau Jadi Fokus Utama Pembangunan di Malaysia 2025

Published

on

Masa Depan Berkelanjutan: Teknologi Hijau Jadi Fokus Utama Pembangunan di Malaysia 2025

Pemerintah Malaysia telah menetapkan target ambisius untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan dan teknologi hijau sebagai landasan utama pembangunan nasional pada tahun 2025 dan seterusnya. Fokus ini mencerminkan pengakuan mendalam akan tantangan perubahan iklim global serta kebutuhan untuk transisi menuju ekonomi rendah karbon yang tangguh dan efisien sumber daya. Inisiatif ini bukan sekadar tren, melainkan pergeseran strategis dalam perencanaan ekonomi jangka panjang negara.

Komitmen Melalui Kerangka Kebijakan

Komitmen Malaysia terhadap teknologi hijau diwujudkan melalui kerangka kebijakan yang kuat, terutama Kebijakan Teknologi Hijau Nasional (National Green Technology Policy) dan inisiatif di bawah Rancangan Malaysia Kedua Belas (Twelfth Malaysia Plan – 12MP). Di bawah kepemimpinan saat ini, Malaysia bertekad mencapai target netralitas karbon (carbon neutrality) paling cepat pada tahun 2050. Tahun 2025 dipandang sebagai tahun krusial untuk mengakselerasi implementasi proyek-proyek percontohan dan investasi yang diperlukan.

Fokus utama pembangunan hijau mencakup empat pilar utama: energi, transportasi, pengelolaan limbah, dan industri manufaktur.

Sektor Prioritas dan Inovasi

Di sektor energi, pemerintah mendorong keras transisi dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan. Targetnya adalah meningkatkan pangsa  https://www.kabarmalaysia.com/ energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Hal ini mencakup investasi besar dalam proyek tenaga surya skala besar (LSS), biomassa, dan inisiatif efisiensi energi. Insentif fiskal dan dana khusus, seperti Dana Teknologi Hijau (Green Technology Financing Scheme), disediakan untuk mendorong sektor swasta berinvestasi dalam proyek-proyek ini.

Dalam sektor transportasi, fokus bergeser ke mobilitas rendah karbon. Ini terlihat dari dorongan kuat untuk adopsi kendaraan listrik (EV) melalui pembebasan pajak impor dan cukai, serta pengembangan infrastruktur pengisian daya yang lebih luas. Tujuannya adalah menjadikan Malaysia sebagai hub produksi dan penggunaan EV di kawasan ASEAN.

Lebih lanjut, Malaysia sedang memodernisasi industri manufakturnya. Konsep ekonomi sirkular diterapkan untuk mengelola limbah dengan lebih efisien, mengubah limbah menjadi sumber daya baru, dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri.

Manfaat Ganda: Lingkungan dan Ekonomi

Integrasi teknologi hijau diharapkan memberikan manfaat ganda. Dari sisi lingkungan, ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim. Dari sisi ekonomi, langkah ini membuka peluang investasi baru, menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs), dan meningkatkan daya saing produk Malaysia di pasar global yang semakin sadar lingkungan.

Teknologi hijau bukan lagi opsi, melainkan keharusan strategis bagi Malaysia untuk memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, memenuhi aspirasi nasional sekaligus kewajiban internasional dalam menjaga planet bumi.

الأكثر رواجا

Exit mobile version